Doktrin-doktrin ini sering diabaikan dan dikesampingkan oleh agama Kristen modern, retapi pimpinan-pimpinan Gereja telah secara aktif berkeras untuk menekan-apa yang telah dimiliki untuk pengajaran esoteris-adalah bahwa ordo-ordo malaikat yang berbeda dikenali dengan dewa-dewa dari bintang-bintang dan planet-planet.

Meski hal itu tidak mengurangi jemaah, pengetahuan alkitabiah mengakui bahwa sebagai rujukan kepada dewa-dewa astronomis. Misalnya, Mazmur XIX berkata: “la memasang kemah di langit untuk Matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanan. Dari ujung langit ia terbit dan beredar sampai ke ujung lainnya.

Artikel Ini Di Persembahkan Oleh : POKER IPHONE

Penelitian dalam hubungannya dengan naskah pembanding dari budaya tetangga mengungkap bahwa bagian itu menjelaskan pernikahan Matahari dan Venus. Sebuah bagian seperti ini mungkin dibuang sebagai kurang penting bagi tujuan teologis Alkitab.

Gerejawan-gerejawan modern sering begitu saja menguruk astrologi, tetapi tidak seorang pun menyangkal, misalnya, bahwa festival-festival besar Kristen semuanya berasal dari astronomis Simbol-simbol astronomis yang indah pada bagian luar Katedral Notre Dame, Paris. Paskah dirayakan hari Minggu pertama mengikuti bulan purnama yang jatuh atau mengikuti ekuinoks musim semi, atau bahwa Hari.

Natal adalah hari pertama titik balik matahari pada musim salju ketika matahari terbit mulai terlihat bergerak kembali dalam arah berlawanan di sepanjang cakrawala. Bahkan, pandangan sekilas pada naskah Alkitab mengungkap bahwa pembacaan kitab suci monoteistis secara radikal tidak sejalan dengan apa yang dipercaya oleh para penulis naskah-naskah ini.

Alkitab merujuk ke banyak makhluk tak berjasad, termasuk dewa-dewa dari suku-suku pesaing, malaikat-malaikat, malaikat yang penting, juga iblis, roh jahat, Setan, Lucifer. Semua agama mengajarkan bahwa gagasan muncul sebelum materi. Semua ciptan yang dimengerti terjadi karena serangkaia emanasi, dan rangkaian ini dibayangkan secara universal sebagai sebuah tingkatan dari makhluk spiritual, baik dewa-dewa maupun malaikat-malaikat.

Sebuah tingkatan malaikat-malaikat, malaikat penting dan lain-lain selalu, bagian dari doktrin Gereja disinggung oleh St. Paul, dijelaskan oleh muridnya, St. Dion disusun oleh St. Thomas Aquinas dan dikhayalkan dalam seni Jan van Eyck dan dalam sastra oleh Dante.