Wat Chalong adalah kuil Buddha paling penting di phuket. Bila belum mengunjungi Wat Chalong, Anda bisa dikatakan belum sampai di Phuket. Pada kesempatan kali ini Agen Sbobet akan memberikan sedikit info mengenai kuil Buddha Wat Chalong.

Wat Chalong terletak di Tambol Chalong Kecamatan Chalong) di Distrik Mueang Phuke Wat ini didedikasikan untuk dua biksu, Luang Pho Chaem dan Luang Pho Chuang. Dibangun pada 1837, wat ini meyimpan banyak sejarah dan legenda. Diceritakan bahwa wat dan para biksun memegang peranan penting dalam pertempura melawan pemberontakan Angyee di tahun 1876 pada masa pemerintahan Raja Rama V.

Sejarah Wat Chalong

Wat Chalong memegang peranan penting dalam sejarah Phuket. Selama abad ke-19, pulau ini menjadi pusat industri yang penting karena melimpahnya produksi timah. Banyak orang China datang ke pulau ini untuk bekerja sebagai penambang. Ada sejumlah pekerja yang membentuk kelompok rahasia “Angyee” untuk mengambil alih kekuasaan.Ketika para penambang timah lokal menolak memakai opium yang diberikan pada mereka, kelompok rahasia tersebut murka. Mereka mengambil alih Kantor Provinsi dan membunuh beberapa orang. Penduduk lokal melarikan diri ke Wat Chalong untuk memperingatkan biksu kepala tentang bahaya yang terjadi. Luang Poh Cham menyatakan bahwa ia hidup dan dibesarkan di kuil tersebut, sehingga ia tidak akan melarikan diri.

Sebagai seorang biksu, Luang Poh Cham tidak dapat secara fisik ikut bertempur. Namun, ia menyemangati warga untuk bahu-membahu melawan serangan Angyee. Pertempuran sengit terjadi, bahkan pada satu waktu Angyee berhasil menembus tembok kuil. Bekas pertempuran ini masih dapat dilihat di kuil sampai sekarang. Untuk menunjukkan penghargaan, Raja memberinya gelar Phra Kru Wisit Wongsacham. Sebuah Patung Luang Poh Cham bersama Biksu Luang Poh Chuang dapat dilihat di ruang utama kuil Banyak kaum Buddha Thailand yang meletakkan daun emas di patung ini sebagai lambang penghormatan.

Wat Chalong Sekarang

Ada beberapa tambahan baru di kompleks wat ini, antara lain chedi berukuran 61,4 meter yang berisi peninggalan Phra Borom Sareerikatat, sepotong tulang Buddha yang dibawa dari Sri Lanka. Potongan tulang tersebut dibawa pada 1999 dan disimpan di dalam chedi pada 2002 dalam upacara kehormatan yang dipimpin Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, yang mewakili Raja.

Chedi itu sendiri dibangun menggunakan gaya campuran selatan, tengah, dan timur laut dan merupakan chedi pertama di wilayah tersebut yang menyimpan peninggalan Buddha. Pembangunan chedi itu menghabiskan biaya 66 juta baht.