Jika hanya punya waktu kurang dari seminggu untuk traveling ke Jepang, datanglah ke Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Bagi http://139.99.16.2 tiga kota itu mampu memberikan ilustrasi lengkap mengenai Jepang.

Tokyo mencerminkan sebuah kota metropolitan yang modern, ramai, dan sibuk. Semua citra Jepang sebagai negara canggih, menakjubkan, dan ajaib ada di Tokyo. Osaka tidak jauh berbeda. Osaka merupakan gambaran Tokyo dengan ritme yang lebih santai. Seumpama ditanya, kota mana yang paling saya suka jawabnya adalah Kyoto.

Kota yang pernah menjadi ibu kota Jepang selama lebih dari satu abad itu mempunyai daya tarik yang luar biasa. Banyak yang bilang bahwa pesona Kyoto setara dengan New York dan Paris, sebagai kota yang harus dikur-
jungi setidaknya sekali seumur hidup.

Tokyo, Osaka, dan Kyoto

Gunung Fuji (Fujisan)

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang (3.776 meter) dan sering kali digunakan sebagai simbol negara. Fujisan, begitu orang Jepang menyebutnya, berbentuk segitiga simetris yang sempurna-dengan hiasan putih di puncaknya.

Berlokasi sekitar 100 kilometer dari pusat Kota Tokyo, siluet Gunung Fuji bisa dilihat dari kota ini saat udara sedang cerah. Namun, sayangnya Fujisan sering kali tertutup awan dan kabut bahkan jika kita mendekatinya sekalipun. Oleh sebab itu muncul anggapan kalau bisa melihat Gunung Fuji secara jelas maka akan memperoleh keberuntungan!

Japanese Sweet Dessert

Perkenalan saya kali pertama dengan makanan penutup ala Jepang justru di Singapura. Waktu itu resto berkonsep dessert buffet pertama yang bernama Let’s Sweets baru dibuka dan seketika menjadi tren.

Walau tetap menyajikarn menu, seperti nasi goreng, pasta, dan sandwich, fokus utama resto itu tetap dessert yang manis. Bermacam puding tart, cheesecake, crepes, pancake, es krim, mochi, ├ęclair, mousse, dan konyaku jelly berbagai rupa, warna, dan bentuk tersedia di tempat itu.

Selama berada di Jepang kemarin, saya mencoba dessert yang berbeda beda setiap hari. Ada Kobe Caramel Pudding yang teksturnya lembuuuttt banget, es krim green tea murah meriah da enak (95Yen/Rp10.260,00), kue sus berisi vla dari teh susu, sampai berbagai macam mochi. Saya heran, orang Jepang yang setiap hari mengonsumsi dessert seperti itu, kok, sehat-sehat saja, ya?