Sering Diasumsikan Bahwa Tuhan Ketiga Agama

Ketika saya melihat Kevin Warwick memperlihatkan penemuan nya kepada teman-temannya di Royal Institute pada 2001, ia dikritik oleh kesadaran implakasi karena menyatakan bahwa robot-robotnya cerdas dan lain-lain. Namun yang tidak bisa di sangkal kebenarannya adalah bahwa otak robt-robot ini tumbuh menjadi sesuatu seolah dia hudip.Mereka membentuk sesuatu yang sangat mirip dengan ke pribadian, berinteraksi dengan robot dan membuat pilihan di luar segala yang telah di program dalam otak robot mereka.

Teologi sering memberikan penjelasan yang membosankan dan abstrak. Akan tetapi, sejarah Tuhan penuh gairah dan ketegangan. Tidak seperti beberapa konsep lain tentang realitas tertinggi, sejarah ini pada awalnya dipenuhi pertarungan dan tekanan yang mengakibatkan penderitaan. Nabi-nabi Israel mengalami Tuhan merekab sebagai penderitaan fisik yang menimpa segenap anggota tubuh mereka dan memenuhinya dengan suka maupun duka.

Realitas yang disebutĀ  IDN Poker Online Tuhan acap dialami para monoteis dalam keadaan ekstrem kita akan membaca tentang puncak gunung, kegelapan, keterasingan, penyaliban, dan teror. Pengalaman Barat tentang Tuhan tampak agak traumatik. Apa alasan bagi ketegangan inheren ini, Kaum monoteis lainnya berbicara tentang cahaya dan transfigurasi.

Mereka menggunakan gambaran yang amat berani untuk mengungkapkan kerumitan realitas yang mereka alami, yang jauh melampaui teologi ortodoks. Belakangan ini perhatian terhadap mitologi bangkit kembali, yang mungkin menunjukkan luasnya hasrat akan ekspresi yang lebih imajinatif tentang kebenaran agama. Karya mendiang sarjana Amerika.

Joseph Campbell telah menjadi begitu populer; dia melakukan pengkajian mendalam tentang mitologi perenial manusia, menghubungkan mitos-mitos kuno dengan mitos-mitos yang hingga kini masih hidup di kalangan masyarakat tradisional. Besar itu sama sekali tidak memiliki simbolisme mitologi dan syair.

Namun demikian, sekalipun kaum monoteis pada dasarnya menolak mitos-mitos tetangga pagan mereka, mitos-mitos itu ternyata sering kembali masuk ke dalam keimanan pada masa berikutnya. Kaum mistik melihat bahwa Tuhan berinkarnasi ke dalam tubuh seorang wanita, misalnya. Sementara yang lain secara khidmat mem perbincangkan seksualitas Tuhan dan memasukkan unsur feminin kepada Tuhan.